9 Cara Memulai Usaha Kuliner Untuk Anda yang Masih Pemula dan Belum Pernah Berbisnis Kuliner 02 - Finansialku

Plus Minusnya Usaha Kuliner

Dalam kondisi ekonomi yang sedang melemah akhir-akhir ini, banyak usaha yang mengalami kebangkrutan, namun terdapat sebuah bisnis yang terus berkembang. Bisnis apakah itu? BISNIS KULINER.

Nyatanya, tidak peduli seberapa sedikit uang yang diperoleh, setiap hari semua orang membutuhkan makan. Oleh karena itu, bisnis yang satu ini tidak pernah surut.

Bisnis kuliner merupakan sebuah lahan yang kerap kali dianggap memberi banyak keuntungan. Dengan modal yang relatif kecil, Anda bisa mengambil untung hingga 100%.


Namun disamping kelebihannya, tentu ada kelemahan dari bisnis ini. Minusnya adalah banyak orang berbondong-bondong membangun bisnis makanan, mulai dari warung kaki lima, warung sederhana, restoran cepat saji, restoran mewah dan lain sebagainya.
Akhirnya, persaingan dalam bisnis ini cukup tinggi.

Tentunya hal ini membuat banyak pebisnis pemula ragu untuk memulai sebuah bisnis kuliner?

Namun jangan khawatir, sebenarnya tidak peduli apapun jenis bisnis Anda, semuanya akan mudah selama Anda pantang menyerah dan terus belajar.
Nah, agar bisnis kuliner Anda lebih lancar, simak 9 cara memulai usaha kuliner bagi Anda yang masih pemula dari Finansialku berikut ini:

Bagaimana Cara Memulai Usaha Kuliner?

Apa saja sih hal-hal yang perlu dipelajari sebelum memulai bisnis kuliner?

Tentunya ada beberapa tips umum yang bisa diaplikasikan untuk meningkatkan kesuksesan bisnis kuliner Anda di tengah persaingan yang sengit dewasa ini. Berikut beberapa contohnya:

#1 Ketahui Pasar Anda: Jual Nasi Goreng atau Jual Makanan Khas Timur Tengah

Pasar merupakan salah satu aspek penting dalam bisnis. Segmentasi pasar sendiri adalah kegiatan membagi suatu pasar menjadi kelompok-kelompok pembeli yang berbeda yang memiliki kebutuhan, karakteristik, atau perilaku yang berbeda yang mungkin membutuhkan produk atau bauran pemasaran yang berbeda.

Mengingat pentingnya segmen pasar dalam setiap bisnis, tentunya Anda juga perlu mengenal dan menentukan pasar Anda sebelum memulai bisnis kuliner.
Sebagai contoh, mari melihat perbandingan berikut:
  • Apabila Anda memilih untuk menjual nasi goreng, intinya luas sekali pasarnya. Anda harus memikirkan bagaimana cara agar pasar bisa mengenal nasi goreng Anda dan mengetahui apa bedanya nasi goreng Anda dari nasi goreng lainnya. Dengan kata lain, pasarnya lebih luas.
  • Apabila Anda memilih untuk menjual makanan khas Timur Tengah dan dijual di Indonesia. Anda harus menentukan kira-kira siapa orang yang suka makanan khas Timur Tengah untuk menentukan segmen pasar, kemudian pertimbangkan juga bagaimana mereka bisa tahu kalau Anda memiliki rumah makan khas Timur Tengah. Dengan kata lain, pasarnya lebih segmented.

#2 Apa yang Beda dari Usaha Kuliner Anda?

Anda tentunya tahu setiap bisnis harus memiliki faktor pembeda, disebut juga USP (Unique Selling Proposition). Jika tidak memilikinya, Anda tidak akan bisa bertahan dalam persaingan.
Nah kira-kira apa USP bisnis Anda?
Cobalah tentukan sebuah faktor pembeda yang unik dan sesuai minat masyarakat. Beberapa contohnya adalah sebagai berikut:
  • Berdiri sejak tahun 1920
  • Dibuat dari 11 rempah rahasia
  • Memiliki sambal 30 level
  • Memiliki ukuran bakso yang paling besar
  • Daging dari sapi kualitas nomor 1 di dunia
  • Kokinya diimpor langsung dari Timur Tengah
  • Usaha kuliner saya paling banyak stop kontak dan internetnya 100 Mbps

#3 Bagaimana Cara Anda Melayani Customer Anda?

Apakah lokasi menjadi faktor utama dalam bisnis? Bisa iya dan bisa tidak.

Dahulu lokasi memang bisa dibilang sangat penting karena lokasi strategis berarti banyak lalu lalang calon konsumen. Maka orang berlomba-lomba mencari lokasi usaha yang strategis dan ramai.

Namun seiring perkembangan teknologi, kini lokasi menjadi tidak terlalu penting. Mengapa? Karena sudah banyak fasilitas pesan antara dan ojek online yang siap membantu Anda.

Misalnya saja, fasilitas Go Food, Grab Food dan penyedia jasa antar makanan, maka customer tidak perlu lagi repot-repot berkendara ke rumah makan.

Nah, mana cara yang Anda pilih untuk melayani customer? Anda bebas memilih mau jual lokasi atau tidak. Jika Anda jual lokasi, maka pastikan:
  • Lokasi Anda terdaftar di Google Business
  • Lokasi Anda mudah diakses
  • Lokasi Anda memiliki tempat parkir yang memadai

#4 Cara Membangun Relasi dengan Customer Anda

Apa itu customer atau pelanggan? Secara umum, pelanggan diartikan sebagai perseorangan atau kelompok yang mencari pemenuhan keperluan primer, sekunder, atau tersier dengan cara menggunakan produk atau jasa yang disediakan oleh perseorangan atau kelompok lain melalui kegiatan transaksi jual-beli.

Tanpa pelanggan, bisnis Anda tidak mungkin memperoleh kesuksesan. Oleh karena itu, penting untuk membangun hubungan baik secara dua arah.

Untuk dapat membangun hubungan baik dengan konsumen, Anda harus mengetahui beberapa cara dalam membangun relasi dengan customer Anda. Untuk memahaminya, mari melihat beberapa contoh di bawah ini:
  1. Transactional: pesan, bayar, makan dan customer Contoh: KFC.
  2. Self service: warung makan nasi ramesan, ambil sendiri, lalu tunjukkan ke kasir, dan bayar setelah selesai makan. Contoh: warung nasi
  3. Automated service: mengambil makanan sendiri seperti beli makanan cepat saji di supermarket. Contoh: Indomaret.
  4. Communities: jual tempat, membuat orang lebih suka hang out dan main di rumah makan tersebut. Contoh: Upnormal dan Starbucks.

Nah, relasi seperti apa yang akan Anda pilih untuk bisnis kuliner Anda?

#5 Sumber Pemasukan

Saat membuat bisnis, tentunya tujuannya adalah mencari keuntungan. Dengan kata lain, Anda harus merencanakan keuangannya dengan baik.

Dalam merencanakan keuangan, Anda perlu mengetahui sumber pemasukan bisnis kuliner tersebut. Apakah Anda akan mengandalkan produk sebagai sumber pemasukan? Atau iklan, komisi, dan lain sebagainya.

Misalnya saja saat Anda menjual fried chicken, Anda bisa membuat paket plus nasi dan minum dengan harga lebih murah. Nah, pertimbangkanlah dari maka Anda akan memperoleh keuntungan.

Jangan sampai Anda mementingkan harga yang murah namun gagal menutupi seluruh biaya (pengeluaran) bisnis kuliner Anda.

Contoh lainnya, ada juga kedai kopi dimana bukan hanya kopi yang dijual, namun juga makanan ringan dan kue-kue.

Dengan menjual makanan ringan, mereka mengincar tambahan pemasukan karena banyak konsumen yang merasa lapar saat nongkrong di kedai kopi.

#6 Hal-Hal Penting, Seperti Perizinan

Setiap struktur bisnis, memiliki prosedur pengajuan izin usahanya. Ini adalah kewajiban Anda sebagai pebisnis untuk dapat memulai bisnis legal di Indonesia.
Ketahui dahulu struktur bisnis Anda, lalu ajukan bisnis dan bereskan semua prosedur perizinan usahanya.

#7 Aktivitas Bisnis

Tips ke-7 yakni mengetahui aktivitas bisnis Anda, yaitu aktivitas apa saja yang diperlukan untuk menghasilkan produk atau layanan Anda. Setiap bisnis tanpa perencanaan aktivitasnya akan hilang arah, dan Anda bisa tersesat jika berbuat demikian.

Artinya, Anda harus tahu seperti apa aktivitas bisnis Anda nantinya. Penasaran apa saja aktivitas bisnis Anda? Dalam bisnis biasanya aktivitas bisnis dibedakan menjadi 5, yakni sebagai berikut:
  1. Strategi (Strategic Management): Berfokus pada proses penetapan tujuan organisasi, pengembangan kebijakan dan perencanaan untuk mencapai sasaran, serta mengalokasikan sumber daya untuk menerapkan kebijakan dan merencanakan pencapaian tujuan organisasi.
  2. Operasional (Operational Management): Aktivitas bisnis yang berfokus pada proses produksi barang dan jasa, serta memastikan operasi bisnis berlangsung secara efektif dan efisien.
  3. Pemasaran (Marketing Management): Salah satu kegiatan pokok yang dilakukan oleh perusahaan untuk mempertahankan kelangsungan perusahaannya, berkembang, dan mendapatkan laba. 
  4. Keuangan (Financial Management): Kegiatan perencanaan, penganggaran, pemeriksaan, pengelolaan, pengendalian, pencarian dan penyimpanan dana yang dimiliki oleh suatu organisasi atau perusahaan.
  5. SDM (Human Resources Management): Manajemen SDM atau sering disingkat MSDM merupakan aktivitas dimana Anda mengatur hubungan dan peranan sumber daya (tenaga kerja) yang dimiliki oleh individu secara efisien dan efektif serta dapat digunakan secara maksimal sehingga tercapai tujuan (goal) bersama.
    Kini Anda tinggal menentukan seluruh aktivitas bisnis Anda mengacu pada contoh di atas.

    #8 Partner Utama

    Dalam berbisnis biasanya Anda akan berhubungan dengan vendor-vendor yang akan menjadi partner Anda. Misalkan saja, saat membuat bisnis kuliner, Anda akan berhubungan dengan vendor gas, vendor air minum, vendor bahan baku dan lain sebagainya.

    Jika ingin bisnis Anda lancar dan sukses, kuncinya adalah mencari vendor terbaik yang menawarkan produk dengan kualitas yang sepadan dengan harganya.

    Jangan asal cari murah, karena salah satu faktor penentu bisnis kuliner adalah dari rasa dan kualitasnya.

    Tidak peduli sebagus apapun strategi pemasaran yang dilakukan, tidak akan berhasil jika kualitas produk yang dijual buruk. Pembeli hanya akan membeli lebih dari sekali jika produk tersebut berkesan baik. Oleh karena itu, penting untuk menjaga kualitas makanan secara konstan.

    Percuma menjual dengan harga murah dan nikmat jika bahan bakunya tidak segar, ujung-ujungnya konsumen akan complain. Jadi, selalu pertimbangkan partner utama bisnis kuliner yang memang sudah terjamin dan terpercaya.

    #9 Sumber Pengeluaran

    Selain sumber pemasukan yang telah dibahas pada poin 5 tadi, Anda juga perlu mempertimbangkan sumber pengeluaran. Biasanya strategi marketing juga terkait disini.
    Sebagai contohnya:
  • Ada resto yang memberikan penawaran gratis refill minum, all you can drink. Artinya bisnis tersebut sudah memperhitungkan untuk merugi di bagian minuman. Artinya dia harus menambah keuntungan di bagian makanan.
  • Ada resto yang memberikan gratis refill nasi setiap pembelian makanan, all you can eat rice. Artinya dia sudah siap menerima kerugian di bagian nasi. Umumnya dia akan menambah keuntungan dari bagian minuman atau menu utamanya.

Nah, di samping itu juga banyak biaya yang tercakup dalam sebuah bisnis lho. Sebagai contohnya adalah:
  • Biaya operasional (seluruh biaya yang dikeluarkan oleh perusahaan untuk mendanai kegiatan operasi perusahaan demi mencapai tujuan yang ingin dicapai oleh perusahaan).
  • Biaya pemasaran (seluruh biaya yang dikeluarkan perusahaan demi memasarkan atau mempromosikan produk dan jasanya kepada masyarakat demi mempertahankan atau meningkatkan laba).
  • Biaya riset menu, dan lain sebagainya.

Membuat Business Model Canvas

Model bisnis merupakan sebuah gambaran dari bisnis seperti apa saja aktivitas bisnisnya, nilai-nilainya, bagaimana relasi konsumennya, dan sebagainya.

Model ini biasanya dituangkan untuk menggambarkan apa ide bisnis yang ada di kepala Anda, sehingga bisa dijalankan kelak.

Karena masih banyak yang kebingungan dengan bagaimana membuat model bisnis, maka muncullah Business Model Canvas karya Alexander Osterwalder dan kawan-kawan.

Sebenarnya, penjabaran 9 poin di atas mengarah pada penulisan Business Model Canvas ini, dimana tadi Anda sudah menentukan sembilan blok yang membantu Anda merumuskan ide bisnis menjadi sebuah model bisnis yang jauh lebih terstruktur. Adapun Business Model Canvas adalah sebagai berikut:


Singkatnya, Anda bisa membuat model bisnis menggunakan Business Model Canvas di atas, dengan cara berikut ini:
  1. Tentukan customer segment.
  2. Tentukan produk, layanan atau value proposition.
  3. Bagaimana cara menyampaikan produk kepada customer.
  4. Bagaimana relasi yang akan dibentuk antara customer dan bisnis.
  5. Tentukan darimana sumber pendapatan atau revenue streams.
  6. Tentukan sumber daya yang dibutuhkan atau key resources.
  7. Tentukan aktivitas utama dalam bisnis atau key activities.
  8. Tentukan siapa partner utama yang diperlukan dalam bisnis atau key partners.
  9. Terakhir darimana saja sumber pengeluaran atau cost structures.

Selamat mencoba!

Jangan Takut Memulai Bisnis Kuliner

Setelah melihat 9 cara memulai usaha kuliner di atas, apakah Anda sudah membayangkan seperti apa model bisnis Anda?

Kuncinya, lakukan perencanaan yang baik dan menyeluruh agar bisnis kuliner Anda dapat berjalan dengan lancar. Selain itu, Anda dapat juga terlebih dahulu melakukan riset pasar dan melakukan analisis kelayakan usaha sehingga rencana Anda terpampang jelas ke depan.

Semoga artikel ini bermanfaat bagi Anda!